Tampilkan postingan dengan label SOSPOL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOSPOL. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Maret 2013

BISA


SUARA MU SUARA RAKYAT
Cipt : M.QADRI RAMADHIYAN
DI BAWAH ATAP LANGIT INI
DI BAWAH TERIK MATAHARI
KAMI MEMANGGIL MU PEMIMPIN
NEGERI INI

DI BAWAH GUYURAN HUJAN
SUARA PENDERITAAN INI
SUNGGUH TAK MAMPU DIHENTIKAN
MASIH TERNGIANG
            REFF : BANGKITLAH PEMUDA
BERJUANGLAH DENGAN IKHLAS
JANGAN KAU HIRAUKAN RINTANGAN YANG ADA
KITA BISA BERJUANG BERSAMA
FESDIAMON

BERJALAN DALAM KEBENARAN
BERANI TUK MENYUARAKAN
SUARA MU SUARA RAKYAT
YANG TLAH KAU BUKTIKAN



 http://www.youtube.com/watch?v=z5_Efllc320

Selasa, 29 Januari 2013

AJB Setuju, Fesdiamon Bakal Nyaleg

FesdiamonSUNGAIPENUH - Setelah mendapatkan rekomendasi dari Ketua Partai Demokrat Kota Sungaipenuh, Asafri Jaya Bakri (AJB), Ketua Angkatan Muda Demokrat Sungaipenuh, Fesdiamon, dipastikan akan meramaikan pemilihan legislatif (pileg) Kota Sungaipenuh 2014 mendatang.
Menurut Fesdiamon, rekomendasi Ketua Demokrat Kota Sungaipenuh merupakan bentuk simpatik terhadap dirinya yang dinilai mampu untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam Kota Sungaipenuh.
"Dalam sebuah diskusi antara saya dengan Ketua Demokrat Kota Sungaipenuh bapak Asafri (AJB) mengatakan bahwa saya adalah salah satu pilihan beliau mengembangkan AMD di Kota Sungaipenuh," kata Fesdiamon meniru ucapan AJB.
Dengan adanya dukungan moril dari AJB yang disertai adanya minat untuk berkecimpung dalam dunia politik, dirinya optimis ikut serta dalam pemilihan legislatif DPRD Kota Sungaipenuh yang hanya tinggal beberapa bulan lagi.
"Ya, beliau (AJB) merekomendasikan saya untuk ikut dalam pemilihan caleg nanti, didalam memperjuangkan aspirasi masyarakat kota Sungaipenuh secara keseluruhan,” terangnya.
Tidak hanya itu saja, Fesdiamon memiliki target, menjadi Ketua DPRD Kota Sungaipenuh. Artinya, lanjut Fesdiamon, tidak hanya merekrut suara dari dapil, akan tetapi juga mengunggulkan partai yang masih berkuasa saat ini pada tahun 2014.
"Target kita ini sangat rasional, karena peluang Demokrat di Kota Sungaipenuh cukup besar,” katanya optimis.
Mahasiswa pasca sarjana, Fakultas Hukum Universitas Jambi ini dinilai salah satu sosok muda yang memiliki potensi seta memiliki vokal yang handal.  (infojambi.com/FEO)

 http://www.infojambi.com/ij/poltik/4280-ajb-setuju,-fesdiamon-bakal-nyaleg.html

Sabtu, 19 Januari 2013

Kalender 2013 Angkatan Muda Demokrat Sungai Penuh




Partai Demokrat Buka Peluang Koalisi dengan PDIP di Tahun 2014
 
 
Selasa, 1 Januari 2013
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
20121226_Taufiq_Kiemas_Memberikan_buku_biografi__Pada_SBY_6549.jpg

TRIBUNSUMSEL.COM - Sejak masa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I tahun 2004 yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memutuskan untuk oposisi atau berada di luar pemerintahan.

Beberapa kali partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri itu juga menolak ajakan Partai Demokrat untuk menempati satu di antara pos menteri baik di Kabinet Jilid I maupun Jilid II.
Lalu, bagaimana peluang koalisi kedua partai besar tersebut di tahun 2014 ?

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie berdalih demi kepentingan bangsa dan negara partainya hingga saat ini selalu membuka pintu koalisi dengan PDIP.

"Dalam politik semuanya ada kemungkinan, apa mungkin bersatu atau berpisah. Yang jelas demi kepentingan bangsa dan negara Demokrat itu selalu membuka pintu (koalisi)," kata Marzuki Alie, Selasa(1/1/2013).

Lebih lanjut Ketua DPR RI itu pun menegaskan, meskipun partai berlambang banteng tersebut berada di luar pemerintahan, namun secara kelembagaan dan pribadi hubungan kedua partai itu hingga kini sangat baik.

"Meskipun partai opisisi hubungan dengan presiden itu baik, ya sangat baik. Baik secara hubungan pribadi atau secara kelembagaan," kata Marzuki.

Sebelumnya, Politisi Senior PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas beserta putrinya Puan Maharani bertandang ke Istana guna menemui Presiden SBY.  Kedatangan Taufiq Kiemas ini dianggap sebagian besar pihak sebagai sinyal awal koalisi antara Partai Demokrat dan PDI Perjuangan.


Sumber : Tribunnews

Sabtu, 12 Januari 2013

Restui Proyek 6 Ruas Tol

Jokowi Dinilai Tak Konsisten

Jum'at, 11 Januari 2013 09:44 wib wib
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memberi sinyal akan merestui mega proyek enam ruas tol dalam kota. Padahal, sebelumnya pada 26 November 2012 Jokowi dan wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyatakan pemerintah menolak empat ruas tol dalam kota dan akan menkaji dua ruas tol lainnya.

Akibat restu Jokowi itu, mantan wali Kota solo itu dinilai tidak konsisten. "Inkonsistensinya yang harus digaris bawahi. Itu berarti dia tidak tahan tekanan pusat karena intervensi pusat kelihatan sekali," kata Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Nirwono Joga saat dihubungi wartawan, Jumat (11/1/2013).

Kata Nirwono, dengan membangun enam ruas jalan tol, tidak menjadi jaminan untuk dapat mengurai macet Jakarta. "Justru, hanya memunculkan ruas jalan dan titik kemacetan yang baru. Pokok persoalan kita itu transportasi massal. Dengan adanya proyek ini, kebijakannya sangat bertentangan dengan transportasi massal," terangnya.

Nirwono menjelaskan contoh ruas tol dalam kota yang ada di beberapa kota besar negara lain seperti di Seoul, Boston, dan Chicago justru dirobohkan. "Kenapa Jakarta justru akan membangun tol dalam kota baru? Menurut saya, lebih baik Jokowi tawarkan ke publik dengan uang Rp42 triliun yang dianggarkan untuk enam ruas tol itu lebih baik dibuat untuk mengoptimalkan transportasi massal, ruas pejalan kaki, ruas jalan sepeda dan lainnya, itu sudah lebih dari cukup," ujarnya.

Untuk diketahui, pembangunan enam ruas jalan tol dibagi menjadi empat tahap dan direncanakan selesai pada 2022. Jika sudah selesai, keenam ruas tol itu akan menjadi satu dengan tol lingkar luar milik PT Jakarta Tollroad Development, tapi tarifnya akan terpisah dengan tol lingkar luar.

Sebelumnya, seusai rapat dengan Menteri PU Djoko Kirmanto, Rabu, 9 Januari lalu, Jokowi menyatakan bahwa enam tol tersebut dapat berkontribusi mengurai macet ibu kota. "Tadi sudah dirapatkan bahwa akan mengurangi macet, lingkar jaringan dan radial, saya menangkap itu ada kontribusi untuk mengurangi kemacetan," kata Jokowi.
(ugo)
 
sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2013/01/11/500/744552/jokowi-dinilai-tak-konsisten

Kamis, 30 Agustus 2012

“Sungai Penuh” Tidak Layak Untuk Nama Kota otonom


“Sungai Penuh” Tidak Layak Untuk Nama Kota otonom
Oleh : FESDIAMON

Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pemerintahan daerah, yang mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan, diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan, pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.[1]

Sungai Penuh sebelum menjadi kota otonom adalah nama dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Kerinci. Sesuai dengan tuntutan dan aspirasi masyarakat Kerinci yang mengingikan adanya percepatan pembangunan dalam segala sektor, maka Kabupaten Kerinci di mekarkan menjadi dua daerah otonom, yakni Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh sebagai kota otonom dengan di keluarkannya UU 25 Tahun 2008. Seiiring dengan perjalanan waktu, perkembangan kota otonom ini sejak tahun 2008 hingga sekarang  banyak sedikit telah melaksanakan tugasnya sebagai kota otonom, yakni percepatan pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat. Namun, dalam menjalankan fungsinya sebagai daerah otonom hasil pemekaran dari Kabupaten Kerinci, timbul beberapa persoalan yang menurut sebagian masyarakat Kota Sungai Penuh dan kami sendiri, sangat krusial untuk kelangsungan pembangunan Kota Otonom ini. Yakni, tentang nama “Sungai Penuh” yang di berikan kepada kota otonom hasil pemekaran Kerinci ini. Nama “ Sungai Penuh” menurut kami tidak dapat mewakilli asas otonomi yang menginginkan adanya kehususan dan keistimewaan suatu dearah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia atau lebih tepatnya tidak dapat mewakili etnis dan budaya yang mendiami kota Otonom hasil pemekaran Kabupaten Kerinci , dan masih banyak alsan lain.

Pemberian nama Kota otonom ini dalam UU 25 Tahun 2008, menurut kami tidak aspiratif, dan ini juga bertentangan dengan asas otonomi daerah yakni melibatkan peran serta masyarakat dalam menentukan arah pembangunan. Idealnya dalam pembentukan serta penegakan hukum untuk kepentingan masyarakat, hendaknya produk hukum dalam hal ini adalah UU, adalah produk hukum yang resposnsif yakni hukum yang dapat merespon kepentingan dari masyarakat, yang langsung bisa menjawab kebutuhan masyarakat atau keinginan masyarakat. Maka dari itulah hukum yang responsif haruslah aspirstif, artinya melibatkan masyarakat secara langsung dalam pembentukan UU. Dalam hal pembentukan UU 25 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Kota Otonom Sungai Penuh, menurut kami sangat tidak aspiratif terutama dalam pemberian nama kota otonom. Meskipun teleh melaluai proses legislasi di DPRD Kerinci, yang menurut kami sarat dengan kepentingan kelompok politik pada waktu itu. Pemberian nama “Sungai Penuh” dalam Pembentukan Kota Sungai Penuh adalah pembentukan hukum yang represif, yakni hukum di bentuk hanya untuk melegitimasi kehendak penguasa pada waktu itu, tanpa menggali niliai-nilai yang ada di tengah masyarakat.

Oleh karena itulah kami menganggap bahwa nama “Sungai Penuh” sangat tidak layak untuk menjadi nama kota otonom hasil pemekaran Kabupaten Kerinci. Banyak masalah yang akan muncul dengan nama “Sungai Penuh” ini, misalnya dalam penyebutan nama kota otonom itu sendiri, dengan penyebutan nama desa dan kecamatan, yang sama-sama disebut “Sungai Penuh”. Ini menurut kami telah terjadi konflik kaedah yang berkembang di tengah masyarakat. Belum lagi persoalan identitas daerah, “Sungai Penuh” tidak dapat mewakili identitas atau karakter budaya dari empat kecamatan lainnya yang berada dalam naungannya. Sehingga kedepan Kota Otonom Sungai Penuh tidak dapat berkarakter dalam budaya. Ini penting untuk dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Suangai Penuh dan DPRD Sungai Penuh, karena ini adalah aspirasi dari masyarakat Sungai Penuh.

Untuk mengganti nama kota otonom ini, bukanlah persolaan yang sulit seperti halnnya dalam pembentukan UU kota otonom ini. Penggantian nama daerah adalah hal yang lumrah terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Untuk mengganti nama kota otonom, tidaklah harus kita mengganti  UU 25 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Kota Otonom Sungai Penuh. Namun cukup dengan Peraturan Pemerintah, seperti yang telah di amanatkan oleh pasal 7 ayat 2 UU 32  Tahun 2004 bahwa Perubahan batas suatu daerah, perubahan nama daerah, pemberian nama bagian rupa bumi serta perubahan nama, atau pemindahan ibukota yang tidak mengakibatkan penghapusan suatu daerah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.  Jadi, tidak harus kita merubah UU 25 Tahun 2008. Perubahan nama kota cukup dengan usulan daerah yang kemudian di normakan dalan Peraturan Pemerintah.

Banyak daerah yang telah mengganti nama daerahnya, berdasarkan keinginan daerah misalnya pada provinsi Sulawesi Barat yakni perubahan nama Kabupaten Polewali Mamasa menjadi Kabupaten Polewali Mandar, di daerah Kepulauan Riau juga pernah terjadi pergantinan nama daerah. Maka dari itulah kami menghimbau kepada pemerintah daerah  agar dapat menindaklanjuti apa yang menjadi keinginan dari masyarakat yang bernaung dalam Kota Sungai Penuh. Dan menurut kami untuk sebuah nama adalah hal yang amat penting. Mendengar dari aspirasi masyarakat Sungai Penuh pada umumnya, bahwa kami menginginkan nama kota ini di ganti menjadi Kota Kerinci. Nama kota Kerinci dapat mewakili identitas masyarakat kota otonom dalam berbudaya, dan dapat menjadi solusi dalam mengatasi konflik kaedah yang terjadi ditengah masyarakat tentang penyebutan nama Kota Otonom, Desa, dan Kecamatan yang sama-sama di sebut “Sungai Penuh”. Hal ini tentunya juga penting demi kelangsungan pembangunan yang aspiratif.



Minggu, 29 April 2012

GAGAL ATAU TERTUNDA

GAGAL ATAU TERTUNDA

Oleh : FESDIAMON.S.PdI
Sebuah impian (vision) selalu membuat kita merasa bahwa kita akan hidup seribu tahun lagi. Terkadang kita selalu merasa bahwa setiap usaha kita dalam menggapai impian adalah kebenaran. Apakah impian itu mimpi? Atau cita-cita? Atau hanya sekedar harapan hampa agar kita tetap bertahan hidup (survive) di garis kebenaran yang kita yakini, meskipun sebenarnya kita tidak pernah memahami apa itu kebenaran dalam pencapaiaan sebuah impian.
Dalam menggapai impian, kita sering kali menghalalkan kedzoliman dan mengharamkan kebenaran secara sadar maupun tidak. Dalam menggapai impian, kita juga melibatkan semua potensi yang ada disekitar kita, tanpa harus kita tahu apakah semua potensi tersebut bersedia untuk kita libatkan dalam pencapaian impian pribadi kita.
Kita kerap kali salah menempatkan impian sebagai sesuatu keharusan yang harus kita peroleh, padahal pada hakekatnya impian bukanlah sebuah kewajiban, dan kewajiban jangan di jadikan sebuah impian. Kewajiban adalah sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan impian. Namun, dalam usaha pencaapaian impian ada kewajiban-kewajiban yang harus kita penuhi. Kewajiban yang di maksudkan dalam pencapaian sebuah impian bukanlah kewajiban versi kebenaran yang harus kita lakukan dalam keadaan kita sedang mengimpikan sesuatu ataupun tidak, tetapi kewajiban yang hanya berlaku pada saat kita mengimpikan sesuatu.
Saya termasuk orang yang meyakini bahwa impian adalah mimpi yang akan hilang ketika kita bangun dari tidur panjang, dan setelah kita bangun impian menjelma menjadi sebuah cita-cita yang untuk mewujudkannya perlu sebuah keyakinan serta usaha yang konstruktif.
Ketika kita merasa gagal dalam sebuah usaha pencapaian keinginan, kita terkadang tidak menyadari bahwa kita sedang menggapai impian atau meraih cita-cita. Kegagalan hanya terjadi ketika usaha telah kita lakukan dan hasinya tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Apakah untuk mewujudkan impian perlu usaha? Sesuai dengan pemahaman saya tentang arti sebuah impian, impian adalah sebuah mimpi. Maka, tidak perlu ada usaha untuk mewujudkannya menjadi kenyataan. Namun, perlu ada usaha untuk bangun dari tidur panjang dan untuk seterusnya impian dikemas dalam bentuk cita-cita yang konstruktif. Kalau sudah menjadi cita-ciata, tentulah misi hidup lebih jelas dan terarah. Bisa jadi cita-cita adalah misi hidup atau cita-cita merupakan salah satu instrumen untuk mencapai sebuah misi hidup.
Tidak ada kegagalan ketika usuha pencapaian cita-cita sedang berlangsung. Kegagalan sesungguhnya adalah ketika kita merasa putus asa dalam mengapai cita-cita. Sehingga, kita tidak mampu lagi melanjutkan usaha pencapaian tersebut. Hal sepeti ini bukanlah sebuah keberhasialn yang tertunda. Keberhasilan yang tertunda adalah ketika kita telah berusaha sekuat tenaga serta berdo'a namun hasil yang kita peroleh belum sesuai dengan apa yang kita inginkan. Berserah diri dalam usaha pencapaian cita-cita adalah sebuah kewajiban, karena yang di nilai Allah bukanlah hasil, namun usaha yang kita lakukan, karena hasil adalah hak mutlak - Nya. Maka, dari itulah kita harus meyakini bahwa gagal atau berhasil bukanlah kita yang menentukan. Jadi, tidak ada kegagalan versi kebenaran. Yang ada hanya sesuatu kebaikan pasca usaha dan do'a, yang terkadang kita sendiri tidak mampu melihat kebaikan tersebut, karana rahsia kebenaran akan tersingkap ketika kita tak pernah putus asa dalam ikhtiar.
Mengutip sebuah statmen Mario Teguh, "Kita boleh mengorbankan apapun untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi jangan kebenaran." Makna yang terkandung dalam kutipan ini tentulah sangat jelas bahwa kebenaran tidak bisa digantikan dengan apapun, termasuk digantikan dengan keingnan atau cita-cita kita. Kebenaran bukanlah pilihan, bukan pula pemberian, tapi kebenaran adalah satu-satunya alasan kita untuk tetap hidup mulia di tengah hiruk pikuk dunia dalam mencapai ambisinya. Dan kita sebagai makhluk sepurna yang diciptakan-Nya hendaknya tetaplah takhluk pada kebenaran dalam berikhtiar menggapai cita-cita, agar tidak ada kegagalan dan tidak ada yang tertunda, yang ada hanya kebaikan dan ridho dari-NYA.
DALAM KEBENARAN SELALU ADA PERJUANGAN.
DALAM PERJUANGAN BELUM TENTU ADA KEBENARAN.
KARENA YANG ADA HANYA PEJUANG KEBENARAN.
ENTAH DI MANA KEBENARAN DALAM SEBUAH PERJUANGAN.
JADILAH PEJUANG KEBENARAN,
BUKAN BERJUANG DI BALIK KEBENARAN.
Sungai Penuh,
Kamis 15 Desember 2011. Jam 22.28 Wib

Selasa, 01 Februari 2011

PENYESALAN ADALAH ANUGRAH.

Tidak kah kita menyadari bahwa apa yang kita lakukan terkadang berbuah penyesalan yang membuat kita enggan untuk melakukannya lagi walaupun hal tersebut menyangkut banyak orang.
namun mampukah kta bayang kan bagaimana dalam kehidupan tidak ada penyesalan??????????????
mungkin kita akan sombong, angkuh, tidak bersyukur, sehingga pada puncaknya kita meyakini bahwa hidup kita adalah milik kita dan untuk kita .........dengan melupakan yang MAHA MEMBERI.
Penyesalan adalah bentuk kekecewaan yang berbuah kesadaran yang selayaknya kita syukuri, menysukuri dalam arti timbul kesadaran dengan penuh keyakinan.
tak selayaknya kita menghindari penyesalan..............
KARNA PENYESALAN ADALAH ANUGRAH................

Jumat, 28 Januari 2011

MANUSIA DAN KEBENARAN

Ilmu pengetahuan berkaitan erat dengan pencarian kebenaran, yakni kebenaran ilmiah. Ada banyak yang termasuk pengetahuan manusia, namun tidk semua hal itu langsung kit golongkan sebagai ilmu pengetahuan. Hanya pengetahuan tertentu, yang diperoleh dari kegiatan ilmiah, dengan metode yang sistematis. Dalam sejarah filsafat, terdapat beberapa teori tentang kebenaran, diantaranya tiga yang utama, yakni: Pertama, teori kebenaran ebagai persesuaian atau disebut juga teori korespondensi;kedua:teori kebenaran sebagai peneguhan,atau disebut juga sebagai teori koherensi; dan ketiga, teori pragmatis.
Manusia sebagai dinamika selalu aktif mengembangkan dirinya dan ilmu pengetahuannya. Semuanya ini dilakukan untuk mencari kebenaran. Maka timbul pertanyaan sesungguhnya bagaimana relasi antara ilmu pengetahuan manusia dengan kebenaran.manusia adalah makhluk yang kompleks, yang tidak sederhana, Manusia juga makhluk yang “misterius”.
Pendapat para filosof:
Manusia merupakan tolok ukur segala sesuatu oleh karenanya kebenaran tergantung pada manusianya; relativisme adalah visinya.. (Protagoras 481 -411 SM.
Murid plato ini berpendapat bahwa kebenaran terletak pada kesesuaian antara pernyataan budi dan realitas(Aris toteles)6. Augustinus 354 – 430
Budi manusia “rasio insani” dapat mencapai kebenaran yang tetap, tak tergoyahkan, asal berpartisipasi dalam “budi illahi” mencapai terang.Manusia dengan transendennya dapat mengatasi struktur alam jasmani, dengan budinya dapat mengembangkan ilmu pengetahuannya.(Agustinus)

Kesimpulannya adalah Manusia dengan ilmu pengetahuannya mencari bukti-bukti sebagai evidensi untuk mendapatkan kebenaran. Hanya dengan ilmu pengetahuanlah manusia mendapatkan kebenaran,namun karena sifat tidak puas yang ada pada manusia, maka manusia selalu mencari kebenaran

KEMUNAFIKAN PERADABAN

Terkadang kita memaknai perjuangan teman kita adalah suatu hal yang nista, terkadang kita juga benci politik, padahal kemerdekaan Indoneia bukan hanya karna bambu runcing, namun lebih jauh perjuangn kemerderkaan Indonesia adalah proses politik yang panjang dan berat yang telah di lakukan oleh para pendahulu bangsa.
Mahasiswa yang merupakan bagian dari sejarah bangsa ini telah banyak berbuat untuk bangsa ini tanpa harus menuntun " apa yang bangsa ini berikan kepada kami ", namun tak jarang mahasiswa mendapat hujatan dari rakyat termasuk mahasiswa itu sendiri yang hanya bisa menonton, dan tak bisa membaca alur cerita, selalu menganggap perjuangan adalah spekulasi murahan, padahal apapun itu yang di lakukan mahasiswa merupan wujud kecintaan mahasiswa terhadap bangsa ini sekarang dan untuk waktu yang tak terbatas.
Mari bangkit kelompok intelektual yang terpinggirkan dari peradaban yang penuh kemunafikan ini...
.....

AKU MELIHAT INDONESIA

Jika aku berdiri di pantai Ngliyep Aku mendengar lautan Indonesia bergelora Membanting di pantai Ngeliyep itu Aku mendengar lagu & sajak Indonesia
Jikalau aku melihat Sawah menguning menghijau Aku tidak melihat lagi Batang padi menguning – menghijau Aku melihat Indonesia
Jika aku melihat gunung-gungung Gunung Merapi, gunung Semeru, gunung Merbabu Gunung Tangkupan Prahu, gunung Klebet Dan gunung-gunung yang lainAku melihat Indonesia

Jika aku menghirup udara iniAku tidak lagi menghirup udara Aku menghirup Indonesia
Jika aku melihat wajah anak-anak di desa-desa Dengan mata yang bersinar-sinar(berteriak) Merdeka! Merdeka!,Merdeka!
Aku bukan lagi melihat mata manusia. Aku melihat Indonesia!(Bung Karno)

Kamis, 27 Januari 2011

PERJUANGAN

Sejak dahulu turun temurun,
Berzaman-zaman berkurun2,
Sejarah menukilkan, riwayat menyebutkan,
Perjuangan itu pangkal kejayaan.

Bukankah sesudah hujan lebat,
Segala tumbuh2an segar sehat,
Bukankah satelah air bah melimpah,
Sekali pantai berubah!

Bila waktu mencapai ujung usaha,
Adakah hasil atau kecewa,
Maka berjuang hebat itulah penutup kata,
Pemutus akhir hina atau mulia.

Bukankah berjuang itu maha dahshat,
Hebat,payah, gelisah, resah,
Tetapi berjuang juga ‘kan jadi hebat,
Bagi Perwira yang berhati tabah.

Kerana itulah disaat pembangunan ini,
Jiwa semangat kita mesti tahan uji,
Berjuang sajalah lambang kita kini,
Dalam mencapai cita – cita suci .